Ternyata Ini Penyebab Kapal KM Soneta dan 16 ABK Tenggelam Karimunjawa
Viva Semarang – Kapal Nelayan KM. Soneta asal Rembang tenggelam di perairan Karimunjawa Jepara pada Selasa, 9 Juli 2024. Sebelumnya sempat diberitakan tenggelam pada Kamis, (11/7/2024).
Kapal tersebut berawak 16 orang yang juga kemudian tercebur ke laut dan terombang-ambing.
Perkembangan terbaru ada 9 orang yang ditolong KM Bintang Barokah Tegal yang melintas di lokasi. Serta 1 orang lagi ditolong oleh awak kapal penangkap cumi asal Jakarta. Sehingga total ada 10 orang yang selamat.
Sedangkan 6 orang lainnya belum ditemukan oleh tim SAR gabungan yang melakukan pencarian dengan mengerahkan sejumlah kapal dari Basarnas, Lanal, Polair, dan lain-lain.
Kepala Basarnas Semarang, Budiono mengatakan, dari keterangan yang didapat dari para awak kapal KM Soneta yang selamat, penyebab kejadian adalah ombak tinggi yang mencapai 2,5 meter, dan kapal mengalami kebocoran pada lunas kapal, pada bagian bawah mesin tempat baling-baling kapal berada.
"Informasi ini didapatkan dari kesaksian ABK KM Soneta, Nur Nawawi dan Sunardi yang bisa diselamatkan oleh kapal Nelayan asal Tegal, KM Bintang Barokah," jelas Budiono, Sabtu (13/7/24).
Ke 9 awak kapal yang selamat telah tiba di Pelabuhan Tegal pada Sabtu jam 00.05 WIB.
"Kami mendapatkan informasi dari Polairud Polres Tegal Kota bahwa dinihari tadi KM. Bintang Barokah yang membawa 9 ABK KM. Soneta telah sandar dan dari personil Polairud kami mendapatkan informasi bahwa kapal tenggelam karena mengalami kebocoran. Saat kejadian juga ombak sedang besar setinggi 2,5 meter dengan angin kencang dan arus deras," ungkapnya.
Ia menambahkan, dari keterangan yang didapatkan dari ABK yang selamat, peristiwa terjadi pada Selasa (9/7/2024) dinihari sekitar pukul 01.30 WIB. Awalnya para ABKbKM Soneta melakukan penangkapan ikan dan semua ABK beraktivitas sesuai dengan tugas masing-masing.
Tapi saat salah satu ABK hendak menyalakan pompa air untuk menguras air di palka belakang, ternyata di bagian palka telah penuh dengan air bahkan sudah membanjiri dek dan ruang mesin sehingga mengakibatkan mesin utama mati.
Seluruh ABK panik dan mengambil barang yang mudah mengapung seperti jeriken dan lainnya dan terjun ke laut.
Tak lama sekira 30 menit akhirnya KM Soneta benar-benar telah tenggelam. Para ABK tersebut sempat berusaha tetap bersama selama mengapung, tapi setelah 3 hari beberapa dari mereka terpisah akibat gelombang yang cukup besar.
Setelah terombang-ambing selama 3 hari 3 malam, pada Kamis pukul 6 pagi, 6 orang ABK ditemukan dan diselamatkan oleh kapal nelayan KM Bintang Barokah yang kebetulan melintas dan hendak pulang ke Tegal.
Saat KM Bintang Barokah melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan Tegal, pukul 13.00 WIB mereka mendapatkan informasi bahwa kapal jaring asal Indramayu telah menemukan 3 orang ABK terapung di laut.
Lalu KM Bintang Barokah putar balik menuju ke lokasi kapal l asal Indramayu untuk menjemput 3 ABK yg selamat tersebut.
Melalui radio juga KM l Bintang Barokah mendapatkan informasi jika ada salah satu ABK KM Soneta, yaitu Sutadi, sudah diselamatkan kapal penangkap cumi asal Jakarta, sehingga diketahui ABK yang selamat berjumlah 10 orang.
Seteah tiba di Tegal, 7 awak KM Soneta di bawa ke RS Mitra Siaga, dan 2 lainnya dibawa ke RSI Harapan Anda Tegal guna pengecekan medis.
Berdasarkan data dan informasi dari Polairud Polres Tegal Kota 9 ABK yang diselamatkan oleh KM Bintang Barokah adalah:
1. Nur Nawawi (31)
2. Sunardi (47)
3. Sarju (35)
4. Kolil (57)
5. Dirman (44)
6. Afandi (27)
7. Sulaiman (24)
8. Sulaimin (18)
9. Khamim (63)
10. Sutadi (masih di laut di atas kapal cumi).
Sedangkan yang masih dalam pencarian:
1. Muntari
2. Tamuri
3. Salam
4. Jaidi
5. Samani
6 Damuri
"Saat ini tim sedang melakukan pencarian di 6 nautikal mil arah barat dan timur LKP dibantu dari Stasiun Radio Pantai (SROP) Semarang, Karimunjawa, Jepara, dan Rembang serta on-board 3 personil dari Lanal. Cuaca cerah dan semoga usaha tim SAR gabungan membuahkan hasil," kata Budiono.(EF)