Banjir Melanda Semarang, Dari 11 Pompa Hanya 4 yang Aktif
- Dok
Viva Semarang – Semarang banjir lagi. Hujan deras di Jawa Tengah menyebabkan banjir dan genangan di sejumlah wilayah, termasuk Kota Semarang dan Kabupaten Demak.
Di Semarang, banjir menggenangi kawasan Kaligawe dan Genuk sejak Rabu malam hingga Kamis (23/10/25).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menerjunkan tim untuk mendampingi penanganan di Semarang, bekerja sama dengan BPBD Kota Semarang, relawan, TNI, Polri, dan masyarakat.
"Sejak kemarin, teman-teman BPBD Provinsi sudah membantu sebagai pendamping," kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Jateng, Bergas Penanggungan di kantornya, Kamis (23/10/25).
BPBD Jateng telah menyalurkan bantuan logistik sejak Rabu malam dan menyiapkan dapur umum serta titik pengungsian, meskipun warga yang mengungsi belum banyak.
Sebagai upaya jangka pendek, BPBD mengerahkan mobil pump atau pompa portabel ke Rumah Pompa Tenggang dan Sringin di Semarang. Pompa di Kali Tenggang sudah beroperasi, sementara di Sringin masih diupayakan karena akses yang sulit.
Menurut Bergas, kondisi Semarang yang berupa cekungan sangat mengandalkan sistem pompa air. Kawasan Kaligawe dilayani oleh Rumah Pompa Tenggang sebanyak 6 mesin, sedangkan Genuk oleh Rumah Pompa Sringin sebanyak 5 mesin. Saat ini, hanya dua pompa di masing-masing rumah pompa yang aktif karena sisanya sedang dalam proses peningkatan kapasitas dari berbahan bakar solar ke listrik.
Peningkatan ini bertujuan agar semua pompa dapat beroperasi maksimal saat dibutuhkan, menjamin tidak ada kendala on-off.
"Andalan utama untuk antisipasi banjir di Semarang adalah pompa," tegas Bergas.
Ia mengakui bahwa masalah mendasar banjir tahunan Semarang adalah kapasitas pompa yang belum maksimal, namun solusi jangka panjang berupa peningkatan kapasitas mesin oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) sedang dilakukan. (TJ)