Merapi Terus Luncurkan Awan Panas, Sudah Lima Kali Sepanjang Hari Minggu Ini

Aktivitas Gunung Merapi di Jateng-DIY terus meningkat.
Sumber :
  • Kementerian ESDM

Viva Semarang – Kementerian ESDM lewat laman resmi magma.esdm.go.id merilis pembaruan data dan informasi aktivitas Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.

PLN Jateng Pasok Listrik Andal untuk Mendukung MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang

Tercatat sepanjang hari Minggu, 2 November 2025, telah terjadi 5 kali luncuran awan panas dengan jarak luncur antara 2.000 hingga 2.500 meter.

Luncuran awan panas Merapi terjadi 2 kali pada kurun waktu jam 06.00 - 12.00 WIB dengan jarak luncur maksimal 2.500 meter. Kemudian terjadi lagi 3 kali luncuran awan panas pada jam 12.00 - 18.00 WIB dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter.

PLN UID Jateng Hadir Lebih Dekat di Hari Pelanggan Nasional 2026, Layani 12,7 Juta Pelanggan

Arah luncuran pada periode jam 12.00 - 18.00 WIB mengarah ke Kali Krasak atau ke arah barat daya.

Selain itu juga terjadi 4 kali gempa awan panas guguran dengan amplitudo 12-47 mm dan lama gempa 142.66-212.54 detik.

Bank Indonesia dan Pemkot Semarang Tuntaskan Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak di 16 Kecamatan

Kemudian juga terjadi 29 kali gempa guguran dengan amplitudo 1-25 mm dan lama gempa 30.83-159.3 detik.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Sejauh ini pihak berwenang, yaitu Badan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih mempertahankan status Gunung Merapi pada level III atau status Siaga. (TJ)