Merapi Lima Kali Muntahkan Lava Hampir 2 Kilometer Jauhnya

Ilustrasi Gunung Merapi memuntahkan lava panas.
Sumber :
  • AI

Viva Semarang – Gunung Merapi kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. Pada Jumat (21/8/2026), gunung api yang membentang di wilayah DI Yogyakarta dan Jawa Tengah ini tercatat memuntahkan guguran lava pijar sebanyak lima kali dengan jarak luncur maksimum mencapai 1.900 meter (hampir 2 kilometer) ke arah Kali Sat/Putih wilayah Kabupaten Magelang, Jateng.

Anak Krakatau Erupsi, Penerbangan di Bandara Ahmad Yani Ikut Dibatalkan

Berdasarkan laporan resmi pengamat Gunung Merapi, Yulianto, status Gunung Merapi saat ini masih bertahan di Level III (Siaga).

Pengamatan Visual dan Kegempaan

Jakarta Hujan Abu Letusan Gunung Anak Krakatau, Bandara Ditutup

Sepanjang pengamatan Jumat (21/8/2026) pukul 00.00–24.00 WIB, visual puncak gunung terlihat jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah utama teramati berwarna putih dengan intensitas sedang bertinggi sekitar 100 meter di atas puncak. Cuaca di sekitar gunung berawan hingga mendung dengan suhu udara berkisar antara 15,4–28°C dan angin tenang mengarah ke barat.

"Selain guguran lava, aktivitas kegempaan di dalam tubuh gunung tercatat cukup tinggi," demikian informasi yang disampaikan Yulianto.

Pangdam IV/Diponegoro Pimpin Pemberangkatan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa NTT

Gempa Guguran: 106 kali (amplitudo 1–80 mm, durasi 20,22–211,48 detik)

Gempa Hybrid/Fase Banyak: 73 kali (amplitudo 1–36 mm, durasi 8,13–57,33 detik)

Gempa Vulkanik Dangkal: 3 kali (amplitudo 19–38 mm, durasi 19,11–50,4 detik)

Gempa Tektonik Jauh: 1 kali (amplitudo 27 mm, durasi 92,93 detik)

Data pemantauan mengindikasikan bahwa suplai magma di dalam kantong Merapi masih terus berlangsung. Kondisi ini berpotensi memicu terjadinya Awan Panas Guguran (APG) sewaktu-waktu di dalam kawasan rawan bencana.

Rekomendasi dan Imbauan Warga

Petugas mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di zona potensi bahaya. Potensi ancaman bahaya saat ini meliputi:

Sektor Selatan–Barat Daya: Sungai Boyong (maksimal 5 km), Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (maksimal 7 km).

Sektor Tenggara: Sungai Woro (maksimal 3 km) dan Sungai Gendol (maksimal 5 km).

Lontaran Material Eksplosif: Radius 3 km dari puncak gunung.

Masyarakat juga diminta mewaspadai bahaya lahar hujan dan awan panas guguran terutama saat terjadi hujan di sekitar puncak Merapi, serta menyiapkan antisipasi terhadap gangguan abu vulkanik. Status aktivitas akan segera ditinjau kembali jika terjadi perubahan signifikan. (TJ)