Prancis Tersingkir, Arsenal Cemas
- Reuters
Viva Semarang, Sepak Bola – Timnas Prancis tersingkir dari Piala Dunia 2026. Prancis kalah 0-2 dari Spanyol di babak semifinal Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Stadion Dallas, Amerika Serikat, Rabu 15 Juli 2026.
Kekalahan Prancis tidak hanya membawa luka bagi para pendukungnya, tapi juga menyisakan rasa cemas bagi klub raksasa London, Arsenal.
The Gunners Arsenal kini diselimuti kecemasan mendalam setelah bek andalan mereka, William Saliba yang memperkuat Prancis mengalami cedera. Ini bukan cedera biasa, tapi cedera punggung kronis yang kembali kambuh.
Pemain bertahan berusia 25 tahun tersebut tiba-tiba ambruk di tengah lapangan tanpa ada kontak fisik atau tekanan dari pemain lawan saat sedang menguasai bola. Menyadari ada sesuatu yang salah dengan tubuhnya, Saliba segera membuang bola keluar lapangan. Ia pun digantikan oleh Maxence Lacroix.
Momen menyakitkan tersebut menjadi salah satu titik balik kekalahan 2-0 Prancis atas Spanyol. Cedera Saliba memicu kepanikan di kubu Arsenal yang sedang bersiap menghadapi musim kompetisi baru.
Informasi yang dihimpun pascapertandingan menyebutkan bahwa Saliba sempat mengeluhkan kondisi fisiknya kepada rekan-rekan setimnya di ruang ganti. Ia mengungkapkan rasa sakit luar biasa pada bagian punggungnya.
Kondisi ini memperkuat kekhawatiran yang sempat diembuskan oleh media Prancis, L'Equipe. Media itu sebelumnya melaporkan bahwa bek tengah tersebut kemungkinan besar harus naik meja operasi demi memulihkan cederanya secara permanen.
Keputusan Saliba untuk terus bermain meski didera rasa sakit tidak terlepas dari jadwal padat yang ia lalui sepanjang musim lalu. Tercatat ia telah tampil sebanyak 50 kali di seluruh kompetisi bersama Arsenal. Ia juga bermain penuh selama 120 menit dalam laga final Liga Champions yang melelahkan melawan PSG.
Saliba juga sempat mengakui pada fase grup bahwa ia memaksakan tampil demi membela negara di turnamen empat tahunan ini. Meskipun saat itu fisiknya tidak berada dalam kondisi seratus persen.
Sebelum turnamen bergulir, pelatih timnas Prancis Didier sempat menegaskan bahwa kondisi Saliba baik-baik saja. Namun, keputusan memaksakan sang pemain malah berujung cedera di laga krusial semifinal.