Inggris Terkena Kutukan Piala Dunia: Pelatih Asing Tidak Pernah Juara

Inggris yang dilatih pelatih asing Thomas Tuchel asal Jerman belum bisa juara Piala Dunia.
Sumber :
  • Reuters

Viva Semarang, Sepak Bola – Mimpi Inggris untuk membawa pulang trofi Piala Dunia 2026 kandas. Inggris harus merasakan "kutukan" Piala Dunia bahwa pelatih asing tidak pernah juara Piala Dunia.

Argentina Dukung Infantino Jadi Presiden FIFA, Ada Hubungan ya dengan Ancaman Sanksi?

Di bawah besutan pelatih asing, Thomas Tuchel asal Jerman, Inggris harus kandas di babak semifinal. Kekalahan tipis 1-2 dari Argentina tidak hanya menghentikan langkah The Three Lions, tetapi juga memperpanjang kutukan sejarah yang telah bertahan hampir satu abad. 

Sejak turnamen sepak bola Piala Dunia pertama kali bergulir pada 1930, belum pernah ada satu pun negara yang berhasil mengangkat trofi Piala Dunia jika dilatih oleh pelatih asing. Thomas Tuchel kini resmi masuk dalam daftar panjang pelatih impor berkualitas dunia yang tidak bisa mendobrak dominasi pelatih lokal dalam 22 kali sejarah Piala Dunia.

Pemain Argentina Jadi Rebutan Barcelona dan Arsenal

Catatan lainnya, hanya ada dua pelatih asing yang mampu membawa timnya ke babak final Piala Dunia, dan seluruhnya kandas di final. Keduanya adalah George Raynor asal Inggris yang melatih Swedia pada tahun 1958, dan Ernst Happel asal Austria) yang membawa Belanda ke final Piala Dunia 1978 tapi kalah melawan Argentina.

Laga semifinal ini menyajikan duel taktis tingkat tinggi yang mempertemukan pragmatisme Tuchel dengan fleksibilitas taktik Argentina.

Pemain Argentina Ketakutan Balik ke Inggris, Sampai Sewa Pengawal

Sepanjang babak pertama, Inggris menerapkan pendekatan defensif yang sangat disiplin dengan mengandalkan blok pertahanan medium ke rendah. Pola ini terbukti sangat efektif meredam agresivitas lini tengah Argentina yang dikomandoi Lionel Messi dan memaksa babak pertama berakhir dengan skor kacamata 0-0.

Memasuki babak kedua, transisi cepat yang menjadi ciri khas Tuchel membuahkan hasil pada menit ke-55. Melalui skema serangan balik kilat, Anthony Gordon berhasil memanfaatkan kelengahan garis pertahanan tinggi Argentina dan membawa Inggris unggul 1-0.

Namun, keunggulan tersebut justru membuat Inggris bermain terlalu dalam, yang kemudian dimanfaatkan dengan jeli oleh kubu Argentina. Perubahan taktik di sepertiga akhir lapangan dan masuknya Lautaro Martinez sebagai tenaga baru di lini depan perlahan merusak fokus pertahanan Inggris.

Jebolnya pertahanan Inggris dimulai pada menit ke-85 ketika gelandang Enzo Fernandez berhasil menyamakan kedudukan setelah memenangi duel perebutan bola di lini tengah dan melakukan tembakan jarah jauh. Bola masuk ke pojok gawang tanpa bisa dijangkau Jordan Pickford.

Halaman Selanjutnya
img_title