Piala Dunia yang Memalukan di Tanah Amerika
- Reuters
Lelucon paling memalukan di Piala Dunia kali ini justru terjasu di balik meja marmer markas FIFA. Dunia dibuat terperangah oleh regulasi baru bin ajaib yang diterapkan khusus untuk tim tuan rumah, Amerika Serikat.
Seorang pemain Amerika menerima kartu merah langsung. Regulasi menyatakan, kartu merah langsung berarti si pemain dilarang bertanding di laga berikutnya.
Namun, FIFA dengan kecerdasan hukumnya yang tiada tara memutuskan bahwa kartu merah tetap berlaku, tetapi hukuman larangan bermainnya bisa dicicil atau ditangguhkan hingga setahun ke depan. Intinya, sang pemain tetap boleh merumput di laga krusial yang seharusnya ia tonton dari tribun.
Alasan di balik mukjizat regulasi ini ternyata sangat langka. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menelepon langsung Presiden FIFA untuk meminta dispensasi. Sebuah diplomasi telepon yang langsung meruntuhkan seluruh buku aturan sepak bola yang disusun selama FIFA ada.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, privilese politik secara telanjang mengangkangi integritas olahraga di panggung tertinggi.
Piala Dunia 2026 pada akhirnya tidak akan diingat sebagai tempat lahirnya para legenda baru, melainkan sebagai sebuah festival memalukan di mana integritas wasit, teknologi VAR, dan wibawa FIFA yang tergadaikan.
(Tulisan opini oleh: TJ Sutrisno)