Messi Terancam Absen di Final Piala Dunia, Jika FiFA Mau
- Reuters
Viva Semarang, Sepak Bola – Kapten Lionel Messi dan beberapa pemain Argentina terancam absen di babak Final Piala Dunia 2026. Itu jika FIFA mau menerapkan sanksi disiplin kepada para pemain Argentina. Para pemain itu nekat membentangkan spanduk berisi pesan politik pascalaga semifinal melawan Inggris.
Sekali lagi, itu jika FIFA mau.
Spanduk itu bertuliskan "Las Malvinas Son Argentinas". Tampak ada pemain yang memegang spanduk, yaitu Lisandro Martinez, dan Giovani Lo Celso. Sementara Lionel Messi berada di sebelahnya sambil tertawa, tapi sama sekali tidak mencegah. Padahal, dia adalah kapten tim yang mestinya tahu kalau ulah itu melanggar aturan FIFA yang bisa berbuah sanksi.
Kabar terbaru, Komite Disiplin FIFA telah resmi membuka investigasi terhadap Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA). Langkah ini diambil menyusul aksi provokatif sejumlah pemain Argentina yang membentangkan spanduk politik.
Fokus investigasi tertuju pada beberapa pemain yang tertangkap kamera memegang spanduk bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas". Di antaranya adalah bek Lisandro Martinez, Cristian Romero, dan gelandang Giovani Lo Celso.
Komite Disiplin sedang mengevaluasi laporan pertandingan terkait pelanggaran Pasal 34.3 Aturan Piala Dunia 2026 dan Kode Disiplin FIFA mengenai larangan pesan bermuatan politik, ideologi, atau agama di ajang olahraga.
Tekanan juga datang dari Inggris. Pemerintah Inggris melalui Menteri Bisnis dan Perdagangan, Peter Kyle, serta Perdana Menteri Sir Keir Starmer, secara resmi mendukung investigasi ini. Mereka menyebut aksi tersebut sebagai pelanggaran berat yang mencederai prinsip pemisahan politik dari sepak bola.
Pemimpin politik di Inggris bahkan mendesak agar para pemain yang terlibat dilarang bertanding pada laga final melawan Spanyol.
Mereka merujuk pada sanksi UEFA yang pernah menghukum pemain Spanyol (Rodri dan Alvaro Morata) akibat yel-yel politik serupa.
Sementara itu, kubu Argentina membela para pemainnya. Hal itu dinyatakan gelandang Leandro Paredes. Ia menyatakan bahwa aksi tersebut murni luapan emosional bangsa dan menegaskan bahwa bagi mereka isu Malvinas akan selalu menjadi bagian dari identitas Argentina.
Sebaliknya, pelatih Lionel Scaloni sebenarnya sudah mencoba meredam situasi sejak sebelum laga dengan menegaskan komitmennya untuk tidak mencampuradukkan sepak bola dengan tragedi sejarah masa lalu.