Solo Kota Paling Padat, Salatiga Paling Lega di Jawa Tengah

Panorama di Taman Tingkir Salatiga.
Sumber :
  • Instagram @wisatasalatiga

Viva Semarang – Provinsi Jawa Tengah memiliki 6 kota dan 29 kabupaten. Nah, bicara soal kota di wilayah ini sangatlah menarik. Salah satunya tentang tingkat kelegaan kota yang berhubungan dengan kenyamanan tinggal bagi warga maupun para pendatang, termasuk wisatawan.

Bluebird Luncurkan Taksi Listrik Ramah Lingkungan di Kota Semarang

Kota manakah yang paling nyaman dan lega berdasarkan kepadatan penduduknya? Mari kita ulas.

Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah hingga pertengahan 2026, Kota Surakarta (Solo) menempati urutan pertama sebagai kota dengan tingkat kepadatan penduduk tertinggi. Bisa dibilang, Solo menjadi kota terpadat di Jawa Tengah.

40 UMKM Binaan Bank Indonesia Jawa Tengah Ikuti Karya Kreatif Indonesia 2026

Sebaliknya, Kota Salatiga tercatat sebagai kota paling lega yang membuat ruang gerak warganya menjadi lebih leluasa dan nyaman. Dilihat dari kelegaan penduduknya, bisa dibilang Salatiga menjadi kota ternyaman untuk ditinggali.

Mengacu pada laporan BPS Jawa Tengah, Kota Solo memiliki luas wilayah 46,72 km² dengan jumlah populasi sebanyak 529.079 jiwa. Kombinasi ini menghasilkan tingkat kepadatan penduduk mencapai sekitar 11.343 jiwa per kilometer persegi, menjadikan Solo kawasan paling padat di tingkat provinsi.

Jangan Ngeyel Naik ke Merapi, Lava Panas Terus Berguguran

Di posisi berseberangan, BPS Jawa Tengah mencatat Kota Salatiga memiliki rasio kepadatan terendah di kategori kota otonom. Dengan bentang wilayah 54,98 km² dan populasi 203.554 jiwa, tingkat kepadatan di Salatiga berada pada angka 3.702 jiwa per kilometer persegi.

Sementara itu, Kota Semarang yang berstatus sebagai ibu kota provinsi mencatatkan populasi terbesar yakni 1,72 juta jiwa. Namun, berkat luas wilayahnya yang mencapai 370,00 km², rata-rata kepadatan penduduk di Kota Semarang relatif terkendali di angka 4.648 jiwa per kilometer persegi.

Berikut perbandingan kepadatan penduduk 6 kota otonom berdasarkan publikasi data BPS Jawa Tengah tahun 2025:

1. Surakarta (Solo): 11.324 jiwa/km² (Luas: 46,72 km² | Penduduk: 530.000 jiwa)

2. Tegal: 7.464 jiwa/km² (Luas: 39,08 km² | Penduduk: 291.700 jiwa)

3. Pekalongan: 7.098 jiwa/km² (Luas: 46,20 km² | Penduduk: 327.900 jiwa)

4. Magelang: 6.622 jiwa/km² (Luas: 18,56 km² | Penduduk: 122.900 jiwa)

5. Semarang: 4.691 jiwa/km² (Luas: 370,00 km² | Penduduk: 1.735.500 jiwa)

6. Salatiga: 3.744 jiwa/km² (Luas: 54,98 km² | Penduduk: 205.800 jiwa)

Data BPS ini mempertegas perbedaan tantangan pembangunan antarwilayah urban di Jawa Tengah. Tingginya kepadatan populasi di Kota Solo menuntut pengelolaan tata ruang yang ekstra ketat pada sektor transportasi publik dan kawasan permukiman. Sementara Salatiga memiliki keunggulan daya dukung lingkungan yang lebih adaptif untuk kenyamanan warga.

Halaman Selanjutnya
img_title