Wamenekraf Irene Umar Resmikan Dinusverse, Kampus Virtual Berbasis Roblox

Wakil Menteri Parekraf Irene Umar meresmikan Dinusverse di Kampus Udinus Semarang.
Sumber :
  • Dok

Viva Semarang – Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) meluncurkan Dinusverse. Ini adalah sebuah inovasi platform pembelajaran berbasis virtual world dan immersive learning. Dinusverse dirancang untuk menghadirkan pengalaman kampus digital generasi masa depan. 

Mahasiswi Udinus Semarang Sabet Medali Emas Asian Games 2026

Peresmian dilakukan langsung oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/ Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Irene Umar, pada Kamis (21/05/2026).

Peresmian digelar di Aula Gedung E lantai 3 Udinus Semarang, bertepatan dengan kegiatan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Asosiasi Program Studi Desain Komunikasi Visual Indonesia (ASPRODI DKV Indonesia) 2026. Udinus ditunjuk sebagai tuan rumah acara ini.

Atlet Semarang Raih Emas Asian Games 2026, Wali Kota: Kita Semua Bangga

Dinusverse mengusung tema "Udinus Learning Experience Platform with Project-Based University", sebagai bentuk transformasi digital terhadap pengalaman belajar yang interaktif, kolaboratif, dan berbasis proyek melalui ekosistem virtual.

Inovasi ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung Quality Education melalui penguatan inclusive education, educational access, serta pendekatan education reform yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.

Universitas Dian Nuswantoro Lantik 3.658 Mahasiswa Baru di Acara Dinus Inside 2026

Rektor Udinus, Prof. Dr. Pulung Nurtantio, S.T., M.Kom., menjelaskan bahwa inovasi tersebut dibangun menggunakan platform Roblox yang memungkinkan mahasiswa mengikuti berbagai kegiatan kampus. Mahasiswa bisa menjelajahi lingkungan kampus, mengikuti kelas virtual, berinteraksi dalam komunitas, hingga mengembangkan proyek inovatif.

"Dinusverse merupakan bagian dari pengembangan next generation learning experience platform yang kami bangun bersama mahasiswa lintas disiplin, mulai dari DKV, Animasi, hingga Informatika. Platform ini memanfaatkan pendekatan game bukan hanya sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai media edukasi yang lebih fun, interaktif, dan relevan dengan karakter generasi digital saat ini," jelasnya.

Prof. Pulung juga menyebut bahwa Dinusverse dikembangkan sebagai ruang pembelajaran imersif yang memungkinkan aktivitas perkuliahan, interaksi komunitas, hingga sistem penghargaan mahasiswa dilakukan dalam ekosistem virtual berbasis teknologi.

Sementara itu, Irene Umar mengapresiasi inovasi yang dilakukan Udinus dalam menghadirkan pendekatan pendidikan berbasis teknologi immersive dan virtual ecosystem. Menurutnya, Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar dalam industri kreatif digital, tetapi harus mampu menjadi kreator dan pemimpin di tingkat global.

"Indonesia jangan lagi menjadi pengikut dan hanya menjadi pasar. Kita harus menjadi leader di luar sana dan menjadi creator," tegas Irene.

Irene juga menegaskan bahwa industri game saat ini menjadi salah satu mesin pertumbuhan baru ekonomi kreatif dengan pasar yang tidak hanya di Indonesia, tetapi juga dunia. Data platform Roblox menunjukkan sepanjang Maret 2024 hingga 2025, platform tersebut menyalurkan satu miIiar dolar Amerika kepada para kreator di seluruh dunia.

Sehingga Irene Umar berharap melalui Dinusverse karya Udinus, mahasiswa Indonesia mampu masuk dan bersaing di pasar industri game global. Karena integrasi teknologi virtual world dalam pendidikan dinilai menciptakan peluang besar untuk memperkuat talenta kreatif nasional di era ekonomi digital.

Secara detail, Dinusverse memiliki tiga pilar utama, yakni Legacy of Knowledge, Campus Community, dan Future Innovation. Ketiga elemen tersebut diwujudkan melalui dunia virtual interaktif yang dilengkapi berbagai area yang bisa dikunjungi mahasiswa. Antara lain Hall of Knowledge, Virtual Classroom, Innovation Lab, hingga Community Plaza. Dalam upaya memberikan pengalaman virtual terbaik bagi mahasiswa, setelah ini inovasi akan terus dikembangkan.

Selain itu, Udinus juga menghadirkan karakter khas seperti Dinusaurus sebagai Guardian of Knowledge dan Si Warik sebagai representasi kehidupan sosial kampus digital. Pendekatan ini memperkuat unsur storytelling, gamification, dan identitas virtual kampus dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih imersif bagi generasi muda saat ini.

Ketua ASPRODI DKV Indonesia, Dr. Intan Rizky Mutiaz, S.Sn., M.Ds., turut mengapresiasi langkah Udinus dalam menghadirkan Dinusverse.

"DKV ke depan tidak bisa berjalan sendiri, tetapi harus berkolaborasi dengan berbagai bidang lain seperti informatika dan teknologi digital agar mampu menghasilkan inovasi yang berdampak," ungkapnya. (TJ)