Buffon Mundur dari Pelatih Timnas Italia

Gianluigi Buffon mundur dari pelatih Timnas Italia.
Sumber :
  • Instagram Buffon

Viva Semarang, Sepak Bola – Gianluigi Buffon secara resmi menyatakan mundur dari struktur manajemen Tim Nasional Italia. Keputusan besar ini diambil menyusul kegagalan Timnas Italia ke Piala Dunia.

Pemain Argentina Paredes Dilarang Bertanding 10 Kali Laga

Buffon merasa tanggung jawab moral atas kegagalan tersebut berada di pundaknya. Ia memilih pergi demi memberikan ruang bagi perubahan total di tubuh tim nasional.

Selain Buffon, pelatih kepala Gennaro Gattuso juga menyatakan mundur.

FIFA Resmi Hukum Para Pemain Argentina, Federasi Berang

Langkah mundur Buffon ini menyusul keputusan Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Gabriele Gravina. Sebelumnya, Gravina lebih dulu menyatakan langkah mundur dari jabatannya.

Buffon mengungkapkan isi hatinya lewat akun Instagram pribadinya. Ia mengaku sempat diminta menunda keputusannya untuk memberikan waktu refleksi bagi semua pihak. Namun, kini ia merasa momen tersebut sudah tepat untuk dilakukan demi kebaikan masa depan sepak bola Italia.

Maarten Paes Bawa Ajax Lolos ke Babak Play-Off Liga Conference Eropa

Buffon menegaskan bahwa kegagalan mencapai target utama adalah alasan mendasar kepergiannya. Meski ia telah bekerja keras membangun semangat tim bersama pelatih Gattuso, hasil di lapangan berkata lain. Italia tetap gagal kembali ke panggung tertinggi sepak bola dunia.

Buffon merasa harus menjadi pihak yang bertanggung jawab atas luka yang dirasakan seluruh penggemar Italia.

Buffon mengungkapkan betapa berat beban perasaan yang ia tanggung selama ini. Ia menyebut keputusan tersebut murni datang dari hatinya yang terdalam sebagai seorang pecinta sejati Azzurri.

"Mengundurkan diri satu menit setelah berakhirnya pertandingan melawan Bosnia adalah tindakan yang mendesak, yang muncul dari lubuk hati terdalam saya. Spontan seperti air mata dan rasa sakit di hati yang saya tahu saya rasakan bersama kalian semua," ungkap Buffon dalam pernyataan tertulisnya, Kamis (3/4) malam waktu Italia.

Selama menjabat, Buffon sebenarnya telah melakukan banyak perubahan signifikan di berbagai sektor. Ia fokus mengembangkan sinergi antara tim nasional senior dengan jenjang umur di bawahnya.

Proyek itu bertujuan untuk member aliran bakat yang berkelanjutan bagi masa depan Italia. Ia juga menerapkan sistem meritokrasi yang ketat dalam pemilihan staf dan pemain.

Kini, Buffon menyerahkan tongkat estafet tersebut kepada penerusnya. Ia ingin siapa pun yang datang setelah ini memiliki kebebasan penuh dalam menentukan arah baru.

Halaman Selanjutnya
img_title