Como vs Sassuolo, Fans Indonesia Terbelah?

Laga Como melawan Sassuolo di Liga Italia.
Sumber :
  • Instagram Como

Viva Semarang, Sepak Bola Como akan bertemu Sassuolo dalam lanjutan kompetisi Liga Italia Serie A pada Jumat malam nanti. Ini adalah pertemuan yang kedua musim ini bagi mereka. Pada laga pertama di Stadion Djarum Sinigaglia, Como menang telak 2-0. Kini gantian Sassuolo yang menjadi tuan rumah.

Como Cicipi Poin Pertama Musim Ini di Serie A Liga Italia, Imbang di Kandang Udinese

Laga antara Como dan Sassuolo selalu menghadirkan fenomena menarik. Meski keduanya klub Italia, tapi dukungan fans dari Indonesia sangat banyak. Maklum saja, Como adalah klub yang dimiliki Keluarga Hartono asal Kudus Indonesia. Sedangkan Como diperkuat kapten Timnas Indonesia Jay Idzes 

Tak heran jika pertandingan ini bukan lagi sekadar perebutan poin di klasemen, tetapi juga benturan sentimen fans di Indonesia. Gampangnya, fans Indonesia terbelah.

Como Nyaris Tumbangkan Arsenal, Tapi Adu Penalti Berkata Lain

Para pendukung Como merasa memiliki ikatan emosional karena kepemilikan klub berada di tangan pengusaha asal Indonesia. Apalagi Como sukses menembus papan atas Liga Italia. Bagi kelompok ini, kemenangan Como adalah bukti profesionalisme pemilik asal Indonesia.

Sedangkan pendukung Sassuolo hadir karena kecintaan mereka terhadap sosok Jay Idzes. Kapten Timnas Indonesia itu dikenal kokoh di lapangan tapi juga santun dan familiar. Nasionalisme Jay Idzes kepada Indonesia juga tak diragukan lagi.

Klub Italia Como Milik Pengusaha Kudus Bersiap Hadapi Liga Champions UEFA

Bagi mayoritas suporter Timnas, keberpihakan kepada pemain yang berjuang untuk timnas lebih nyata dibandingkan kepemilikan saham di balik layar.

Penampilan solid Jay Idzes dalam menjaga lini belakang Sassuolo membuat fans berharap Sassuolo mampu mencuri poin.

Kondisi ini menciptakan riuh di media sosial setiap kali kedua tim dijadwalkan bertemu. Perdebatan mengenai mana yang lebih layak didukung menjadi bumbu penyedap.

Fenomena ini mempertegas posisi Indonesia sebagai pasar sepak bola yang sangat dinamis. Dukungan suporter tidak lagi terbatas pada identitas klub semata, melainkan pada berbagai aspek keterikatan nasional yang melekat pada tim-tim di liga mancanegara. (TJ)