Klub Italia Como Milik Pengusaha Kudus Bersiap Hadapi Liga Champions UEFA

Como bersiap menghadapi musim kompetisi terbaru Liga Italia dan Liga Champions UEFA.
Sumber :
  • IG Como 1907

Viva Semarang, Sepak Bola – Langkah impresif terus dilakukan Como 1907. Klub Italia milik grup usaha asal Kudus ini tengah bersiap melakoni debut bersejarah di Liga Champions League UEFA 2026/2027.

Como Nyaris Tumbangkan Arsenal, Tapi Adu Penalti Berkata Lain

Sukses mengunci posisi empat besar Serie A musim lalu membuat manajemen Como optimis. Guna menopang filosofi permainan cepat dan modern yang diusung pelatih Cesc Fabregas, Como bergerak agresif di bursa transfer musim panas dengan menyuntikkan amunisi baru berkelas dunia.

Amunisi Baru Lini Belakang

PSG Juara Piala Super Eropa Setelah Sikat Aston Villa

Sektor pertahanan menjadi fokus utama pembenahan jelang bergulirnya kompetisi benua biru. Dua rekrutan anyar resmi diperkenalkan untuk memperkokoh benteng Giuseppe Sinigaglia.

Yang pertama adalah Trevoh Chalobah. Bek tangguh asal Inggris didatangkan dari Chelsea lewat nilai transfer €30 juta. Pengalaman bertanding di level tertinggi Premier League diproyeksikan menjadi tulang punggung lini belakang Como saat menghadapi raksasa-raksasa Eropa.

Skuad Mahal Real Madrid Besutan Mourinho, Kebangetan Kalau Nggak Juara

"Trevoh adalah rekrutan penting bagi kami dan sosok pemain yang mewakili tingkat ambisi klub ini. Dia telah bertanding dan menang di level tertinggi, tetapi dia juga lapar untuk memulai babak baru dan terus berkembang. Dia memberi kami kekuatan, kecepatan, dan karakter di lini pertahanan, serta kualitas teknis untuk membangun serangan dari belakang," kata Ces Fabregas lewat lama resmi Como 1907.

Pemain kedua yang direkrut adalah Andres Cuenca. Talenta muda berusia 19 tahun jebolan akademi Barcelona, La Masia, diikat kontrak jangka panjang hingga 2030. Kemampuannya dalam mengalirkan bola dari lini belakang dinilai sangat cocok dengan skema taktik Fabregas.

Siasat Menghadapi Regulasi UEFA

Di balik agresivitas transfer ini, manajemen yang dipimpin Presiden Klub Mirwan Suwarso dihadapkan pada aturan ketat homegrown players UEFA. Aturan tersebut mengharuskan klub mendaftarkan minimal delapan pemain binaan lokal atau akademi sendiri.

Karena proses pembangunan fondasi akademi Como baru berjalan beberapa tahun sejak akuisisi Grup Djarum pada 2019, Como diperkirakan hanya dapat mendaftarkan 16 hingga 17 pemain di tim utama untuk kompetisi Eropa.

Kendati demikian, batasan tersebut tak menyurutkan ambisi Como. Perpaduan investasi terukur dari pengusaha Kudus, kecerdasan taktis Fabregas, serta materi pemain anyar bermental juara kini siap membuktikan bahwa kejutan Como di panggung Eropa baru saja dimulai. (TJ)