Jimat Neymar Sudah Kadaluarsa
- Viva/AFP
Babak kedua masih sama. Tapi Norwegia sudah waktunya memutuskan untuk menari lebih indah dan lebih cepat.
Umpan lambung Andreas Schjelderup disambut tandukan Erling Haaland yang melompat santai seolah para bek Brasil hanyalah tiang jemuran. Sundulannya menyilang ke pojok kanan gawang. Kiper Brasil Alisson pun terkejut. Tapi gawangnya telanjur jebol. Skor 0-1, dan kepanikan Brasil pun dimulai.
Carlo Ancelotti mengeluarkan jurus pamungkas yang sudah ditebak semua orang. Ia memasukkan sang jimat Neymar untuk menggantikan Gabriel Martinelli.
Berharap ada keajaiban instan, kehadiran penyerang veteran itu justru tidak memberikan dampak apa pun. Ia main seperti biasanya. Di sisi sayap kiri yang sebenarnya menjadi wilayah Vinicius. Maka ada sayap dobel di sisi itu.
Bukannya menyamakan kedudukan, Brasil malah kembali kebobolan di menit ke-90. Schjelderup lagi-lagi memanjakan Haaland di tepi kotak penalti, yang dengan santai menceploskan bola datar ke sudut kanan bawah gawang. Perayaan gol Haaland pun asyik. Cuma tersenyum simpul sambil menatap tribun.
Gol Kosmetik Neymar
Ketegangan makin memuncak di kubu Brasil. Laga sudah masuk injury time.
Neymar mendapat sebuah kartu kuning dari wasit Ismail Elfath akibat pelanggaran yang sangat terlambat.
Harapan palsu Norwegia sempat muncul di menit ke-90+9. Padahal waktu tambahan cuma 7 menit.
Bek Norwegia, Leo Ostigard melakukan pelanggaran agresif di kotak terlarang yang berujung penalti untuk Brasil.
Neymar maju sebagai penendang pada menit ke-90+10 dan sukses menyarangkan bola ke pojok kanan gawang.
Tapi fans Brasil sudah telanjur panik. Sisa waktu cuma beberapa detik lagi. Gol penalti Neymar hanya jadi kosmetik yang terlambat. Gol itu hanya jadi penambah rekor gol Neymar di Piala Dunia. Tapi tidak bagi langkah Brasil di edisi ini.
Peluit panjang pun ditiup. Sangat nyaring bagi Norwegia, tapi sangat bising bagi Brasil. Peluit itu memberi tanda bahwa jimat Brasil sudah waktunya masuk museum.
Tulisan opini oleh: TJ Sutrisno