VARgentina Jadi Momok Piala Dunia
- Reuters
Sentimen ketidakpercayaan publik ini sebenarnya telah terakumulasi sejak fase grup. Aljazair sebelumnya sempat melayangkan protes keras setelah Lionel Messi lolos dari kartu merah usai menginjak betis kapten mereka, Aissa Mandi. Alih-alih diusir, Messi justru melenggang bebas dan mencetak tiga gol kemenangan.
Pola serupa berulang di babak 16 besar saat Mesir menghadapi Argentina. Gol penyama kedudukan dari Mesir dianulir setelah peninjauan VAR yang berlarut-larut mendeteksi adanya pelanggaran dalam proses serangan. Hal itu disusul oleh diabaikannya klaim penalti Mesir, sebelum akhirnya Argentina mengunci kemenangan dramatis di menit akhir laga.
Persepsi negatif publik kini terlanjur sulit dibendung. Kondisi ini diperparah oleh inkonsistensi FIFA dalam menegakkan sanksi disiplin di luar lapangan pada saat yang bersamaan. Seperti ketika hukuman kartu merah penyerang Amerika Serikat Folarin Balogun dianulir di menit-menit akhir, sementara bek Inggris Jarell Quansah tetap dijatuhi skorsing tambahan secara kaku.
Bias konfirmasi yang berkembang di media sosial dan inkonsistensi kebijakan dari FIFA telah mengikis habis kepercayaan para penggemar terhadap sportivitas turnamen. Protokol baru yang belum matang ini justru menjelma menjadi bom waktu yang siap meledak. Kredibilitas Piala Dunia kali ini sudah berada di titik nadir, bahkan sebelum laga final digelar. (TJ)