Merapi Luncurkan Guguran Lava 20 Kali Pada Senin Pagi

Gunung Merapi terus mengalami aktivitas vulkanik.
Sumber :
  • merapi_uncover

Viva SemarangGunung Merapi menunjukkan aktivitas vulkanik yang beruntun pada Senin pagi, 13 April 2026. Berdasarkan laporan yang dirilis Badan Geologi Kementerian ESDM, Gunung Merapi memuntahkan guguran lava panas sebanyak 20 kali dalam kurun waktu 6 jam. 

Mencoba Jalur Baru Gunung Andong Via Temu Kidul, Begini Keindahannya

Data tersebut disusun oleh oleh petugas pengamat sejak pukul 00.00 hingga 06.00 WIB. Pengamatan dilakukan dengan cara visual dan pencatatan gempa.

Dari pengamatan petugas, gunung api di perbatasan Jateng dan Yogyakarta itu terlihat sangat jelas di tengah kondisi cuaca yang cerah. Asap kawah berwarna putih tipis tampak membubung setinggi 25 meter dari puncak, sementara angin bertiup tenang ke arah timur.

Touring ke Semarang Lantai Dua, Patungan 60 Ribu Rupiah Bisa Muteri Empat Gunung

"Guguran ini meluncur ke arah Kali Krasak dengan jarak luncur paling jauh mencapai 1.800 meter," tulis Suraji, petugas pengamat dalam laporannya, Senin.

Selain aktivitas visual, instrumen pencatat gempa juga merekam adanya aktivitas di dalam perut gunung. Getaran Merapi menghasilkan 26 kali gempa guguran, 12 kali gempa fase banyak atau hybrid, serta satu kali gempa vulkanik dangkal. Suhu udara di sekitar lereng terpantau cukup sejuk berkisar antara 18,6 hingga 19,7 derajat Celcius.

Pendakian Gunung Semeru Dibuka Lagi

"Kondisi ini menunjukkan bahwa suplai magma di dalam tubuh gunung masih terus berlangsung, yang sewaktu-waktu dapat memicu munculnya awan panas guguran," jelas Suraji.

Oleh karena itu, pihak berwenang menetapkan area potensi bahaya di beberapa sektor sungai. Di sektor selatan dan barat daya, ancaman bahaya meliputi Sungai Boyong sejauh 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga sejauh 7 kilometer.

Sementara di sektor tenggara, potensi bahaya mencakup Sungai Woro sejauh 3 kilometer dan Sungai Gendol sejauh 5 kilometer.

Masyarakat sangat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di dalam zona bahaya yang telah ditetapkan tersebut. Selain ancaman lava dan awan panas, warga yang tinggal di sekitar lereng juga diminta tetap waspada terhadap potensi banjir lahar dingin, terutama apabila terjadi hujan di puncak Merapi.

Saat ini Gunung g Merapi masih berstatus Siaga III, sehingga aktivitasnya sangat masif. (TJ)