OASIS Schoolyards Semarang Tuntaskan Program, Perkuat Ketangguhan Sekolah Hadapi Perubahan Iklim

OASIS Schoolyards perkuat ketangguhan sekolah hadapi perubahan iklim.
Sumber :
  • TJ Sutrisno

Viva Semarang – Program OASIS Schoolyards Semarang berhasil mendorong integrasi pendidikan perubahan iklim dan perancangan ruang terbuka hijau menjadi area multifungsi yang dapat digunakan untuk bermain, belajar, serta membangun ketangguhan terhadap perubahan iklim di lima sekolah dasar dan madrasah.

BMKG Merilis Peringatan Dini Banjir Rob di Pesisir Utara Jawa Tengah untuk 13 Agustus 2026

Inisiatif ini memperkuat ketangguhan sekolah menghadapi risiko banjir rob dan gelombang panas, sekaligus menumbuhkan budaya peduli lingkungan sejak dini.

Sejak diluncurkan pada September 2024, program hasil kolaborasi PT Global Dairi Alami (MilkLife), Resilient Cities Network (R-Cities), dan Pemerintah Kota Semarang ini telah mendampingi MI Darul Ulum, MI Mirfa’ul Ulum, SDN Gebangsari 01, SDN Kaligawe, dan SD Marsudirini Gedangan. Rangkaian kegiatannya yaitu pelatihan guru, pengembangan kurikulum dan perancangan halaman sekolah yang hijau berbasis solusi alam bersama siswa dan orang tua.

Banjir Rob Setinggi Satu Meter Lumpuhkan Desa di Pati Jawa Tengah

Capaian dan praktik baik lima sekolah tersebut diperlihatkan dalam acara Penutupan & Showcase OASIS Schoolyards Semarang di Balai Kota Semarang pada Kamis (12/6), yang dihadiri sekitar 96 pendidik SD/MI, perangkat daerah, dan pegiat filantropi.

Siswa tunjukkan hasil karya program OASIS Schoolyards Semarang.

Photo :
  • TJ Sutrisno

Wali Kota Semarang Agustina Siapkan Penanganan Dampak Rob di Tambak Lorok

Beberapa capaian utama dari program OASIS Schoolyards Semarang meliputi Peningkatan kapasitas guru. Ada 82% guru melaporkan peningkatan signifikan dalam metode pengajaran perubahan iklim, dan 59% merasa jauh lebih percaya diri dalam mengedukasi komunitas.

Kemudian integrasi pendidikan  ketangguhan terhadap perubahan iklim di sekolah. Ada 29 modul ajar dikembangkan dan diterapkan, didukung SOP pengelolaan sampah, air, energi, tanaman, dan sanitasi.

Selain itu juga transformasi halaman sekolah. Ada lima ruang terbuka yang multifungsi dengan menerapkan prinsip desain berbasis solusi alam dikembangkan bersama siswa dan orang tua, meningkatkan interaksi sosial dan membangun budaya peduli lingkungan dan praktik ketangguhan iklim.

Koordinator Nasional Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan, Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO, Ananto Kusuma Seta mengungkapkan bahwa program OASIS Schoolyards Semarang membuktikan cara kerja prinsip pendidikan perubahan iklim yang sejalan dengan kebijakan nasional dan kerangka internasional, telah berhasil diterjemahkan ke dalam konteks sekolah di Indonesia. 

“UNESCO menyoroti bahwa krisis terbesar dunia adalah perubahan iklim, bukan perang. Sehingga pendidikan perubahan iklim adalah prioritas utama. Saat ini 73% sekolah di Indonesia berada di area rawan banjir. Maka melalui program OASIS Schoolyards ini, sekolah yang merupakan rumah kedua untuk anak, juga menjadi laboratorium hidup untuk kehidupan yang berkelanjutan, dari sekolah ke masyarakat. Semarang sudah membeli masa depan dengan harga sekarang,” ungkap Ananto.

Halaman Selanjutnya
img_title