Progres Pembangunan Sekolah Rakyat di Semarang Sudah Mencapai 90 Persen

Pembangunan Sekolah Rakyat Terpadu di Kota Semarang sudah mencapai 90 persen.
Sumber :
  • Dok

Viva Semarang – Pembangunan Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) yang berlokasi di kawasan Rowosari, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, hampir tuntas. Progres fisik sudah mencapai 90 persen. 

Keseruan Isi Libur Sekolah Bermain Balon Air Raksasa Di The Wujil Aqua Park

Proyek yang berdiri di atas lahan seluas 6,5 hektar ini dibiayai menggunakan dana APBN dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada 10 Juli 2026.

Pemerintah Kota Semarang memproyeksikan fasilitas pendidikan ini siap menyambut tahun ajaran baru 2027/2028 mulai 14 Juli 2026 mendatang.

Kasus Bullying di SMP Terkenal, Wali Kota Semarang: Tak Ada Toleransi!

Saat melakukan peninjauan langsung di lapangan, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang, Handi Priyanto, mengungkapkan bahwa seluruh infrastruktur utama seperti ruang kelas, asrama, dapur, toilet, hingga masjid telah selesai dibangun. Sisa pengerjaan sebesar 10 persen saat ini hanya berfokus pada penambahan fasilitas pelengkap, mulai dari penataan taman, pembersihan area, hingga pemenuhan peralatan operasional.

"Saya lihat masih banyak item yang harus disiapkan sebelum anak-anak pindah ke sini. Termasuk kesiapan dapur, peralatan masak, asrama, kebersihan, perawatan tempat seluas ini tidak mudah,” kata Handi.

Jalan Tol Dipantau Selama Libur Panjang Sekolah

Handi menekankan bahwa pengelolaan lahan seluas ini membutuhkan perawatan yang tidak mudah, sehingga segala aspek kebersihan dan kesiapan sarana asrama harus dipastikan matang sebelum siswa resmi menempati fasilitas tersebut.

Selain infrastruktur fisik seperti air bersih dan tempat tidur yang dipastikan sudah siap, 

Pemerintah Kota Semarang juga tengah mematangkan kesiapan tenaga pendidik. Sambil menunggu penempatan guru definitif dari Kementerian Sosial (Kemensos), Dinas Pendidikan Kota Semarang diminta segera menyiapkan guru transisi.

Langkah ini diambil agar proses belajar mengajar tetap dapat berjalan optimal sejak hari pertama sekolah dimulai. Handi menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah untuk menjadikan SRT sebagai proyek percontohan sekolah terpadu terbaik di Indonesia.

Sekolah Rakyat Terpadu ini nantinya dikhususkan bagi anak-anak Kota Semarang yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), khususnya yang berada di desil 1 dan 2.

Sekolah ini memiliki kapasitas total 1.080 siswa, di mana pada setiap tahun ajaran baru akan menampung 270 siswa yang terbagi rata untuk jenjang SD, SMP, dan SMA dengan masing-masing kuota 90 siswa.

Dalam kunjungan tersebut, Handi juga mengajak 16 camat se-Kota Semarang agar mereka dapat melihat langsung perkembangan proyek dan segera menyosialisasikan program ini kepada masyarakat di wilayah masing-masing sehingga tepat sasaran. (TJ)