Angkutan Barang dan Peti Kemas Lewat Kereta Api Makin Ramai di Semarang

Kereta api barang mengangkut petik kemas.
Sumber :
  • KAI

Viva Semarang – Layanan angkutan barang dan peti kemas dengan kereta api makin dibutuhkan. Data di KAI Daop 4 Semarang, pertumbuhan pada layanan angkutan barang retail dan peti kemas naik cukup lumayan.

Tumbler Jadi Barang Paling Banyak Ketinggalan di Stasiun dan Kereta Api

Ada 3.161 ton angkutan retail yang diangkut kereta api. Angka itu meningkat 6 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar 2.981 ton. Tapi jika dibandingkan dengan angka di periode yang sama pada 2024 yang mencapai 3.093 ton, angka itu hanya naik 2 persen.

Sementara untuk angkutan peti kemas, sepanjang Januari hingga Mei 2026 terdapat 99.751 ton. Angka itu naik 24 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar 79.848 ton. Jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2024 yang mencapai 65.415 ton, angka itu tumbuh 52 persen. Cukup tajam.

Tujuh Juta Penumpang Naik Kereta Api Dalam Setengah Tahun di Daop 4 Semarang

Pertumbuhan ini menunjukkan kenaikan distribusi logistik via transportasi berbasis rel pada di Jawa Tengah maupun secara nasional.

"Pertumbuhan angkutan barang menunjukkan meningkatnya aktivitas distribusi di berbagai sektor lewat kereta api yang terjadwal, efisien, aman," kata Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif," Selasa (30/6/26).

Awas! Libur Sekolah Jangan Nongkrong di Rel Kereta Api, Apalagi Vandalisme

Ia merinci, di wilayah Daop 4 Semarang, layanan angkutan barang saling terkait dengan adanya kawasan industri strategis di Jawa Tengah, seperti Kawasan Industri Wijayakusuma, Kawasan Industri Terpadu Batang, hingga kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. 

Selain itu, KAI Daop 4 Semarang juga mengoperasikan sejumlah Container Yard (CY) sebagai simpul distribusi logistik, yaitu di Stasiun Semarang Poncol, Stasiun Semarang Tawang, serta Stasiun Brumbung.

Setiap hari terdapat sekitar 30 perjalanan kereta api barang yang melintas di wilayah Daop 4 Semarang. Tujuannya antara lain ke Jakarta, Surabaya, Ketapang, Madiun, hingga Jember. 

Komoditas yang diangkut antara lain semen, bahan bakar minyak (BBM), peti kemas, serta barang retail. (TJ)