Penghilangan Nyawa dengan Korban Terikat Batu Cor di Sungai, 4 Pelaku Diringkus Polres Purbalingga

Para pelaku diamankan di Mapolres Purbalingga.
Sumber :
  • Istimewa

Kemudian AB (22) warga Kabupaten Kendal serta dua warga Kabupaten Batang berinisial KSA (24) dan AT (19). Ketiganya membantu melakukan pembunuhan terhadap korban. 

Pemprov Jateng dan Masyarakat Kolaborasi Bangun SMK Negeri 1 Karangjambu Purbalingga

Diamankan pula sejumlah barang bukti berupa tali tambang warna biru dengan panjang 21,55 meter, sebuah batu cor, pakaian yang dipakai korban, satu unit truk Mitsubishi H-8915-UM, satu unit mobil Daihatsu Sigra warna putih H-1870-UM dan dua telepon genggam. 

"Motif pelaku utama berinisial P selaku eksekutor melakukan pembunuhan karena merasa sakit hati kepada korban," katanya. 

Main Dagang Orang Lewat Prostitusi Online, Pria Gen Z Asal Purbalingga Dibekuk Polisi

Dijelaskan bahwa peristiwa penghilangan nyawa bermula pada Kamis (15/2/24), tersangka  P yang sedang bersama korban di wilayah Kabupaten Batang tiba-tiba menabrak mundur korban menggunakan truk saat korban sedang berdiri di belakang truk. Korban yang kondisinya tidak sadar kemudian dimasukkan ke dalam truk oleh tersangka P. 

Korban kemudian dibawa tersangka P ke salah satu kostel di wilayah Kabupaten Batang. Selanjutnya tersangka P menghubungi tiga temannya yaitu AB, KSA dan AT untuk menunggui korban. Saat dilakukan pengecekan saat itu korban masih bernafas namun kondisi tidak sadar. 

Pencurian: Gerobak Pun Disikat yang Penting Jadi Duit, Terjadi di Dekat Semarang

Kemudian pada Jumat (16/2/2024), korban dibawa oleh empat tersangka menuju ke Kabupaten Purbalingga menggunakan mobil Daihatsu Sigra warna putih. Sampai di Purbalingga korban yang masih keadaan tidak sadar diikat menggunakan tali dikaitkan batu cor kemudian dilempar ke Sungai Serayu dari atas jembatan wilayah Desa Kembangan Kecamatan Bukateja. 

"Berdasarkan keterangan tersangka P,  korban memiliki hutang sebesar 6,3 juta rupiah terkait jual beli material. Namun karena saat ditagih tidak mau membayar dan malah berbicara kasar, lantas tersangka P merasa sakit hati dan kemudian melakukan perbuatan tersebut," ungkap AKP Aris. 

Halaman Selanjutnya
img_title