Gunung Bromo Terbakar, Wisatawan Lewat Mana?

Hutan Gunung Bromo terbakar.
Sumber :
  • BBTNBTS

Viva Semarang, Wisata – Kawasan hutan di Gunung Bromo terbakar pada Senin (3/8/26) sore. Hal itu membuat Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) resmi menutup sebagian kawasan wisata Gunung Bromo.

Wisata ke Bromo dari Semarang Cuma 115 Ribu, Begini Caranya

Penutupan sebagian kawasan ini diberlakukan mulai Senin (3/8/2026) pukul 22.00 WIB guna mendukung kelancaran proses pemadaman api serta memprioritaskan keselamatan para wisatawan.

Melalui Pengumuman Resmi Nomor: PG.17/T.8/BIDTEK/HMS.01.07/B/08/2026, pihak pengelola membatasi sejumlah pintu masuk utama serta spot wisata tertentu.

Mount Bromo Wildfire Prompts Partial Closure: Alternative Routes for Tourists

Pintu Masuk yang Ditutup & Akses Terbatas

Berdasarkan surat resmi tersebut, berikut adalah rincian pembatasan akses kunjungan wisata Bromo:

BI Jateng Dukung Wisata Jawa Tengah Tancap Gas di 2027

1.Pintu Masuk Tutup: Akses kunjungan melalui pintu Jemplang, Coban Trisula (Malang), dan Senduro (Lumajang) ditutup total untuk wisatawan.

2.Pintu Masuk Terbatas: Wisatawan masih dapat masuk ke kawasan wisata Bromo melalui pintu Cemoro Lawang (Probolinggo) dan Wonokitri (Pasuruan).

3.Area Terlarang: Wisatawan dilarang keras berkunjung ke area Savana.

4.Area Diizinkan: Area yang diperbolehkan untuk dikunjungi terbatas pada kawasan Lautan Pasir.

Penutupan ini berlaku sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan, menyesuaikan perkembangan kondisi pemadaman di lapangan.

Imbauan Resmi Pengelola

Pihak Balai Besar TNBTS mengimbau seluruh pihak untuk lebih waspada dan kooperatif dalam menghadapi potensi kebakaran hutan.

"Menghimbau kepada masyarakat, pengunjung, dan pelaku jasa wisata agar menjaga Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dari kebakaran hutan dengan memperhatikan penggunaan api demi keselamatan, keamanan, dan kenyamanan bersama," ujar Kepala Balai Besar TNBTS, Ir. Rudijanta Tjahja Nugraha, S.Hut., M.Sc., dalam pengumuman tertulis tersebut.

Pengelola berharap masyarakat, pelaku jasa wisata, serta pihak-pihak terkait dapat mematuhi batasan area yang telah ditetapkan demi keamanan bersama.(TJ)