Awas, Gunung Merapi Bisa Menyemburkan Awan Panas Tiba-tiba

Awan panas Gunung Merapi Jateng DIY.
Sumber :
  • BPPTKG

Viva Semarang, Magelang – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih terus diwaspadai. Hingga saat ini gempa guguran dan suplai magma masih terus berlangsung.

Gunung Merapi Luncurkan Enam Kali Guguran Lava Sejauh 2 Kilometer

Berdasarkan pengamatan visual terbaru yang dirilis Badan Geologi ESDM, gunung di Magelang itu terlihat jelas hingga sesekali tertutup kabut tipis. Kawah utama teramati mengeluarkan asap putih berintensitas tebal di atas puncak. Kondisi cuaca di sekitar area pegunungan terpantau berawan hingga mendung dengan angin tenang yang berembus ke arah timur.

Dari sisi kegempaan, petugas mencatat adanya 18 kali gempa guguran dengan amplitudo 2 hingga 8 milimeter dan durasi berkisar antara 38,74 hingga 192,67 detik.

Saat Doa Tak Pernah Berhenti: Dari Gunung Kalong, Harapan Damai Dipanjatkan untuk Indonesia

Selain itu, terekam pula 17 kali gempa hibrid atau fase banyak dengan amplitudo 2 hingga 40 milimeter serta satu kali gempa vulkanik dangkal beramplitudo 25 milimeter.

Data pemantauan ini menegaskan bahwa proses penyusupan magma di dalam tubuh Merapi masih berlangsung aktif dan berpotensi memicu terjadinya awan panas guguran secara tiba-tiba.

Gunung Merapi Meluncurkan Guguran Lava Pijar ke Arah Magelang Sejauh Hampir 2 Kilometer

Ancaman bahaya saat ini berfokus pada potensi guguran lava dan awan panas di beberapa sektor sungai yang berhulu di puncak Merapi. 

Pada sektor selatan hingga barat daya, potensi bahaya mengancam area Sungai Boyong hingga jarak maksimal 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga sejauh 7 kilometer. 

Sementara untuk sektor tenggara, daerah rawan mencakup Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer. Jika terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik diperkirakan dapat menjangkau radius hingga 3 kilometer dari puncak gunung.

Menanggapi kondisi tersebut, pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di dalam zona potensi bahaya yang telah ditentukan. Warga di sekitar lereng gunung juga diharapkan tetap waspada terhadap bahaya susulan berupa lahar dingin maupun awan panas guguran, terutama saat intensitas curah hujan meningkat di sekitar puncak.

Di samping itu, antisipasi terhadap dampak sebaran abu vulkanik juga perlu disiapkan oleh warga setempat. Tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera dievaluasi dan ditinjau kembali apabila terjadi perubahan gejala vulkanik yang signifikan. (TJ)