Bank Indonesia Menggelar Karya Kreatif Indonesia 2026, Diikuti 550 UMKM

Talk Show, salah satu acara yang digelar pada Karya Kreatif Indonesia 2026 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia.
Sumber :
  • Dok

Viva Semarang, Nasional – Bank Indonesia menyelenggarakan Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 sebagai bentuk komitmen mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

WARASVERSE 2026: Ajang Unjuk Gigi UMKM Semarang Menuju Pasar Global

KKI tahun ini mengangkat semangat “Beudaya Meusare Sare” dari Aceh, yang bermakna Berdaya, Bersama-Sama. Gelaran ini juga menjadi bentuk upaya mendorong kebangkitan UMKM di wilayah Sumatera dan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana alam. 

Gelaran Bank Indonesia yang berlangsung pada 20–23 Agustus 2026 di Hall A dan B JICC, Jakarta ini dibuka oleh Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti, dan Ketua Dewan Kerajinan Nasional, Selvi Gibran Rakabuming.

Sambut MTQ Nasional XXXI, Pemkot Semarang Dukung Sertifikasi Halal dan TKDN UMKM

Turut dalam momen tersebut Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Ketua Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Putri, dan Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan Doddy Zulverdi. 

Mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing”, Bank Indonesia menyelenggarakan KKI 2026 bersinergi dengan 27 Kementerian dan Lembaga serta 34 mitra strategis.

Musrenbang RKPD 2027, Wali Kota Agustina Bidik Pertumbuhan Ekonomi Semarang

KKI 2026 menjadi wadah sinergi lintas sektor untuk memperkuat daya saing, akses pembiayaan, digitalisasi, dan perluasan akses pasar UMKM. Kegiatan ini turut didukung dan dihadiri oleh duta besar negara sahabat, perwakilan Kementerian/Lembaga terkait, asosiasi, perbankan, dan para pelaku usaha.

Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengatakan, penguatan UMKM ke depan diwujudkan melalui tiga kata kunci, yaitu Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing.

"Bangkit merupakan semangat pemulihan UMKM yang menghadapi tantangan ekonomi maupun bencana alam. Tangguh diwujudkan melalui penguatan struktur usaha dan akses pembiayaan berkelanjutan. Berdaya Saing diwujudkan melalui inovasi produk dan perluasan akses pasar domestik maupun ekspor,” ujar Destry Damayanti.

KKI 2026 merupakan penyelenggaraan ke-11, yang menghadirkan lima aspek kebaruan, yaitu Program Championship CANGKIR BARISTA dan CITRA NUSA, perluasan kolaborasi, penguatan ekosistem rantai nilai, inovasi generasi muda untuk produk lokal, serta penerapan prinsip keberlanjutan melalui KKI Bijak (zero emission dan zero waste to landfill) dan pengembangan zona hijau.

Halaman Selanjutnya
img_title