Jimat Neymar Sudah Kadaluarsa
- Viva/AFP
Viva Semarang, Sepak Bola – Sebuah pertunjukan anomali tim raksasa sepak bola baru saja tersaji di Piala Dunia hari ini. Tim nasional Brasil tumbang di babak 16 Besar Piala Dunia 2026. Adalah Norwegia yang mengajarkan kepada Brasil bagaimana cara menang yang baik. Tentu saja dengan taktik dan strategi yang jitu, bukan dengan jimat!
Berharap ada keajaiban, keputusan taktis memasukkan Neymar di babak kedua terbukti hanya menjadi jadi pil penenang bagi pendukung Brasil.
Jauh hari sebelum Piala Dunia digelar, isu Neymar memang menggelora. Neymar sudah dianggap jimat. Ia harus masuk skuad Brasil di Piala Dunia 2026. Bahkan dalam kondisi cedera, Neymar tetap harus dibawa.
Pelatih Carlo Ancelotti tak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya bisa menutupi kegamangannya dengan kalimat angin surga. Ia punya tugas selain sebagai juru taktik. Ia juga harus menenangkan fans fanatik Brasil yang terkadang tidak masuk akal.
Fans yakin Neymar akan memberi tuah. Cedera apa pun harus disembuhkan. Belum sembuh total pun harus dimainkan. Begitulah.
Buktinya nyata di depan mata. Neymar Cuma jadi jimat yang sudah kadaluarsa. Brasil yang bermain tanpa arah, sudah tersingkir.
Mari tengok laga Brasil lawan Norwegia di New York dini hari tadi. Sejak menit awal, lini pertahanan Brasil sudah sangat dermawan. Baru menit ke-4, Patrick Berg sudah berhasil membobol gawang Brasil yang dijaga Alisson Becker. Beruntung bagi Brasil, wasit menganulirnya karena terpantau offside oleh VAR.
Momen itu sebenarnya sudah menjadi alarm peringatan dini bagi Brasil. Mereka yakin Brasil akan menang. Kasta Norwegia dianggap berada di bawahnya. Brasil adalah raksasa. Begitulah.
Brasil kemudian mendapatkan hadiah gratisan. pada menit ke-14, VAR memberikan penalti akibat pelanggaran terhadap Matheus Cunha.
Bruno Guimaraes maju sebagai penendang. Entah meremehkan atau tidak, tembakan Guimaraes sangat sopan. Kiper Norwegia, Orjan Nyland pun menepisnya dengan nyaman.
Haaland Berpesta, Ancelotti Panik
Babak pertama menjadi ajang pamer umpan taktis dan indah dari Norwegia. Mereka menari-nari di depan pasukan Brasil yang seperti mabuk di tengah pesta.