Mengejutkan, Inggris Mainkan Skuad Cadangan Melawan Prancis

Inggris turunkan pemain cadangan melawan Prancis di perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026.
Sumber :
  • Reuters

Viva Semarang, Sepak Bola – Pertandingan perebutan tempat ketiga Piala Dunia FIFA 2026 menyajikan kejutan dari kubu Inggris. Menghadapi rival tangguh Prancis, tim besutan Thomas Tuchel itu merombak total susunan pemainnya dan menurunkan skuad cadangan. Langkah berani ini langsung memicu beragam komentar.

Pemain Argentina Ketakutan Balik ke Inggris, Sampai Sewa Pengawal

Pelatih Inggris menerapkan formasi 4-2-3-1. Tuchel mempercayakan posisi penjaga gawang utama kepada Dean Henderson dan mencadangkan Jordan Pickford.

Di lini pertahanan, terdapat nama-nama yang jarang menghiasi starting eleven, seperti Jarell Quansah di bek kanan, dan Marc Guéhi di bek tengah menemani Ezri Konsa. Sementara di bek kiri tetap dihuni Spence.

Tiga Pemain Argentina Dalam Ancaman Akibat Insiden Piala Dunia

Area gelandang bertahan, Eberechi Eze menggantikan Eliot Anderson. Ia akan didampingi Declan Rice yang bertugas menyuplai bola ke lini serang.

Lini depan Inggris dipimpin oleh Ivan Toney sebagai ujung tombak tunggal, disokong oleh trio gelandang serang Morgan Rogers di tengah, Marcus Rashford di sisi kiri, dan Bukayo Saka di sisi kanan.

Arsenal Tumbang di Pramusim

Keputusan menaruh sejumlah pemain kunci di bangku cadangan dianggap ekputusjanberani tapi beresiko. Berani karena Tuchel memberi kesempatan para pemain untuk merasakan Piala Dunia. Beresiko karena ternyata Prancis tetap menurunkan skuad utama. Tuchel mencadangkan nama-nama besar seperti Harry Kane, Jude Bellingham, John Stones, hingga Anthony Gordon.

Tim nasional Prancis tampil dengan kekuatan yang jauh lebih solid menggunakan formasi 4-1-2-3. Skuad asuhan Les Bleus tetap mempercayakan posisi krusial kepada para pemain bintangnya, termasuk Kylian Mbappé yang memimpin lini serang bersama Michael Olise dan Désiré Doué.

Lini tengah mereka dikomandoi oleh Warren Zaïre-Emery, Rayan Cherki, dan Adrien Rabiot, sementara Mike Maignan tetap berdiri kokoh di bawah mistar gawang. Rotasi besar-besaran yang dilakukan Inggris ini tentu menjadi perjudian taktis yang menarik untuk dinantikan hasilnya di atas lapangan. (TJ)