Komunitas Ramadan Charity ASN Pemkot Semarang Gerakkan Bukber Minim Sampah di Masjid

Komunitas Ramadan Charity Semarang Bukber Minim Sampah di Masjid.
Sumber :
  • TJ Sutrisno

Viva Semarang – Sebuah komunitas para ASN di Pemkot Semarang membuat aksi Ramadan Charity dengan gerakan buka puasa bersama atau bukber minim sampah di masjid-masjid.

Lurah dan ASN di Semarang Jangan Tunggu Viral Baru Peka Persoalan Warga

Mereka menggandeng komunitas @semarangwegahnyampah dan @dmi.kotasemarang menggelar konsep buka bersama minim sampah bersama 100 takmir dan marbut masjid Kota Semarang.

Aksi ini berangkat dari pemikiran bahwa Ramadan menjadi kesempatan emas memperbanyak amal saleh, menjalankan ibadah tak terkecuali menjaga alam yang telah diamanahkan pada umat.

Atasi Sampah, TPST Jeruklegi Akan Mulai Diakselerasi pada 2026

Berdasar data ppid.menlhk.go.id, pada bulan Ramadan justru terjadi peningkatan jumlah sampah sebanyak 20% baik dari sisa organik, food waste, maupun kemasan makanan.

Acara diisi dengan talkshow, kajian dan workshop guna penguatan upaya pengelolaan sampah pada berbagai acara keagamaan.

Agustina Siap Luncurkan Program Pilah Sampah di Tingkat RT

Masjid sebagai pusat peradaban dan kebaikan, seyogyanya dapat menjadi pusat pembelajaran dalam menjaga bumi tetap bersih lestari bebas dari sampah.

Ketua Komunitas Ramadan Charity, Dian Afiana Purnama menjelaskan, bahwa komunitas yang mereka bentuk pada prinsipnya adalah ingin berbagi apa pun bentuknya.

"Komunitas Ramadan Charity ini sudah berjalan 12 tahun ini. Prinsipnya adalah kita ingin berbagi apapun bentuknya, dan tahun ini kita mengambil tema berbuka puasa minim sampah, makan dengan piring maupun minum dengan cangkir, sehingga tidak menyisakan sampah seperti botol maupun gelas plastik, kardus, dan lain-lain," ungkapnya.

Ia menambahkan, pada awalnya Komunitas Ramadan Charity ini memang digerakkan oleh ASN baik itu PNS maupun honorer. Lalu berkembang dengan bergabungnya masyarakat umum, swasta, maupun komunitas lainnya yang ikut peduli dengan kegiatan ini.

Ketua Dewan masjid se Kota Semarang, Ahmad Fuad sangat mendukung dan mengapresiasi niat baik para ASN di Pemkot Semarang yang tergabung dalam Komunitas Ramadan Charity. Karena dari masjid ini bisa menyelesaikan permasalahan baik di lingkup umat maupun masyarakat umum.

"Kami sangat mendukung kegiatan ini yang mengedukasi tentang sampah. Kami selaku dewan masjid mengapresiasi ya, karena masjid bukan hanya untuk beribadah saja, tapi juga untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan di masyarakat. Termasuk kesadaran tentang sampah bisa dimulai arus masjid," kata Fuad.

Sementara itu, Plt Asisten Administrasi Umum Sekda, Kartika Hedi Aji yang mewakili Wali Kota Semarang ikut hadir dalam kegiatan tersebut.

Aji mengungkapkan, kegiatan ini merupakan salah satu dukungan terhadap program 100 hari Wali Kota Semarang dan Wakil Wali Kota Semarang, salah satunya terkait Program Semarang bersih.

"Kita sebagai PNS ya, baik ASN maupun non ASN sangat mendukung program 100 harinya Bu Wali Kota dan Pak Wakil Wali Kota Semarang. Salah satunya adalah Semarang Bersih. Kami adalah agen-agen untuk menggerakkan di lingkungan masing-masing, termasuk di masjid, sehingga kami menggandeng DMI, Harapannya, pemisahan sampah ini bisa dimulai dari masjid. Nanti kita muter dari masjid ke masjid, sehingga pola budaya hidup bersih pola memilah sampah itu menjadi kebiasaan baik," kata Aji.