Jumlah Korban Gempa Flores NTT

Tim SAR gabungan mengevakuasi korban gempa NTT di Pelabuhan El Say Sikka.
Sumber :
  • Dok

Viva Semarang, NTT – Bencana gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8) pukul 04.58 WIB.

Gempa NTT: Korban Jiwa Tembus 83 Orang, Ratusan Ribu Warga Mengungsi

Pusat gempa terdeteksi berada di laut pada kedalaman 15 kilometer, berjarak sekitar 38 kilometer arah timur laut Mbay, Nagekeo. Guncangan hebat ini dirasakan di berbagai wilayah NTT hingga menjangkau kawasan Sulawesi Selatan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalu laman resminya melaporkan bahwa ada korban meninggal akibat peristiwa itu. Berdasarkan laporan pendahuluan dari Kodim Sikka, dua orang meninggal dunia, terdiri dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, serta satu warga mengalami luka-luka di Pelabuhan El Say, Sikka.

Merapi Lima Kali Muntahkan Lava Hampir 2 Kilometer Jauhnya

"Saat ini, verifikasi data korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur masih terus dilakukan oleh tim gabungan di lapangan," demikian diinformasikan BNPB di alam resminya BNPB.go.id.

Di wilayah Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Sikka, hingga Kabupaten Manggarai Barat, warga merasakan guncangan yang sangat kuat selama kurang lebih satu menit. Kepanikan sempat terjadi saat sebagian besar warga berhamburan keluar rumah.

Polda Jateng Kirim 10 Truk Bantuan dan Tim Medis untuk Korban Gempa NTT

Merespons peringatan dini tsunami yang sempat dikeluarkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat langsung mengarahkan evakuasi mandiri bagi masyarakat di kawasan pesisir.

Dampak guncangan juga meluas hingga ke Kota Bima di Nusa Tenggara Barat, serta sejumlah daerah di Sulawesi Selatan seperti Kabupaten Jeneponto, Kepulauan Selayar, dan Maros. 

Setelah gempa utama, BMKG mencatat serangkaian gempa susulan, di antaranya berorientasi pada Magnitudo 6,2 pada pukul 05.13 WIB, dilanjutkan Magnitudo 6,2 pada pukul 05.28 WIB, serta Magnitudo 5,6 pada pukul 05.37 WIB. Seluruh rentetan gempa susulan tersebut dipastikan tidak berpotensi tsunami.

Hingga saat ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama BPBD, Basarnas, TNI, dan Polri terus bersiaga di lokasi terdampak untuk memantau situasi, mengevakuasi warga, dan memperbarui pendataan korban maupun kerusakan fisik. 

BNPB mengimbau masyarakat kawasan pesisir agar tetap tenang, menjauhi struktur bangunan yang retak atau rusak, serta tidak mudah terpengaruh oleh isu yang belum jelas kebenarannya. Seluruh perkembangan informasi resmi akan disampaikan secara berkala sesuai hasil verifikasi petugas di lapangan. (TJ)