Saat Cemburu Menjadi Lagu, "Bledug Kuwu" Antar Musisi Kab. Semarang  Semakin Dikenal Penikmat Musik

Musisi Kab. Semarang Ipung Mr. Boy Melejit Lewat Lagu " Bledug Kuwu " (dok/ist Mr.Boy)
Sumber :
  • Dok(ist/ipung)

Viva Semarang – Tak ada yang menyangka sebuah lagu yang bercerita tentang rasa cemburu justru menjadi titik balik perjalanan seorang pencipta lagu asal Kabupaten Semarang. Berjudul "Bledug Kuwu", lagu itu lahir bukan dari pengalaman pribadi, melainkan dari kisah seorang teman yang datang membawa keresahan.

Tujuhbelasan Unik, Warga Ungaran Gelar Turnamen Voli Berhadiah Enthok


Dari cerita sederhana itu, ia mengibaratkan rasa cemburu seperti bledug Kuwu (panas, meletup-letup, dan sulit dibendung). Analogi itulah yang kemudian menjadi ruh lagu tersebut hingga mudah diterima para penikmat musik.

"Bledug Kuwu itu menceritakan tentang sebuah kecemburuan. Ada teman yang datang ke sini cerita tentang cemburunya dia. Saya gambarkan di lagu itu tentang kecemburuan itu saking panasnya kayak bledug kuwu, panas banget sampai meletup-meletup," ujar Purwadi atau yang dikenal dengan Ipung 'Mr. Boy' saat dijumpai dirumahnya, Minggu(19/7/2026).

Musisi Kab. Semarang Ipung Mr. Boy Melejit Lewat Lagu

Photo :
  • Dok ist

JKN Tembus 98 Persen, Kisah Penyintas Kanker Jadi Bukti Manfaat BPJS Kesehatan


Saat Doa Tak Pernah Berhenti: Dari Gunung Kalong, Harapan Damai Dipanjatkan untuk Indonesia
Tak disangka, lagu yang merupakan karya ketujuhnya itu justru menjadi lagu ambyar pertama yang benar-benar dikenal masyarakat. Sejak saat itu, nama Ipung 'Mr. Boy' mulai diperhitungkan di kalangan penikmat musik lokal. Beberapa lagunya diputar di radio, dinyanyikan di kafe, hingga membawanya tampil sebagai pembuka konser sejumlah penyanyi ternama.

Ipung bercerita, perjalanan bermusiknya bermula tanpa ambisi menjadi seorang musisi. Lagu pertama yang ia ciptakan justru lahir dari rasa rindu kepada sang ayah. Dengan rekaman sederhana melalui telepon genggam, terciptalah lagu "Rindu BimbinganMu, yang menjadi awal dari puluhan karya berikutnya.

" Saya enggak punya keinginan jadi musisi. Lagu pertama itu awalnya hanya direkam sedikit-sedikit lewat HP. Isinya tentang bapak saya, waktu saya kangen beliau," ungkapnya.

Sejak saat itu, menulis lagu menjadi cara baru baginya untuk mengekspresikan perasaan. Bukan hanya kisah pribadinya, tetapi juga cerita-cerita yang datang dari orang lain. Baginya, sebuah lagu akan lebih hidup jika berangkat dari pengalaman nyata.

" Kalau membuat lagu ngarang itu susah. Harus ada objek yang riil. Nanti lebih mengalir dan lagunya ada nyawanya," ujarnya.

Hingga kini, sekitar 35 lagu telah ia ciptakan. Selain "Bledug Kuwu", lagu seperti "Penyiar Radio" dan "Tresno" juga cukup dikenal dan kerap dibawakan para musisi di berbagai panggung.
Halaman Selanjutnya
img_title